Minggu, 22 Juli 2018

INFO: My Instructor

Saat ini My Instructor sedang dalam tahap edit dan revisi. Jadi untuk sementara yang mau baca, silakan ke akunku di storial.co: @annion17.
Insya Allah kalo udah selesai revisi, My Instructor hanya akan muncul di Storial.
Sekali lagi terima kasih untuk kalian yang sudah membaca ceritaku yang amburadul, yang banyak pengulangan kata dan peristiwa, yang boros kata, yang antara satu ide dan ide lain tumpang tindih. Makasih udah baca :)

Minggu, 25 Februari 2018

BTW: My Instructor~Awalnya

Setelah menulis tiga kisah yang settingnya di luar Indonesia, aku memutuskan untuk kembali ke kampung halaman. Aku sendiri rada bingung kenapa bikin cerita di luar mulu. Apa karena aku sendiri gak tau negaraku? Haha... enggak juga, sih. Aku gak punya gambaran gimana kota Jakarta cuma karena aku tidak besar di sana.
Aku cuma tahu Depok. Itu pun setelah mondok, jadi makin gak tau gimana kota di Indonesia. Mau ambil seting di Bandung, wah, kalo aku asal tulis bisa bahaya. Jadi, aku baru bikin setelah lulus. Aku maunya bikin dengan gambaran yang jelas dan deskripsi yang tepat. Enggak yang cuma ambil nama daerahnya. Lagian saat itu aku gak umum nyari apa-apa di Google. Nyari info dari bacaan, kayak buku atau koran, juga gak mudah kayak sekarang.
Sebelum masuk BTW~My Instructor, kita mundur dikit ke kronologis yang terjadi.
Abis ngerjain Rendezvous, ada dua cerita yang aku buat, The Box Post dan Short Message Dormitory (waktu itu belom ada judulnya). Short Message Dormitory selanjutnya disingkat jadi SMD.
Pas ditulis, SMD bercerita tentang pondok, dimulai dari waktu kelas 9. Sayangnya tidak berlanjut pas aku kelas sepuluh. Di kelas 10, aku bikin 16kubik, nyelesein 16kubik dan The Box Post, termasuk revisi ke I Rendezvous. Sampe lulus sekolah, SMD enggak pernah aku ungkit. Aku malah dapet ide My Intructor. Tapi karena itu aku jadi mikir SMD mau diapain. Diambillah keputusan kalau cerita pondok berubah jadi cerita Riri selama di sekolah asrama. Kayaknya akan menarik, mengingat sekolah asrama jarang banget ada di negara ini. Nanti untuk cerita pondok dibuat tokoh lain dan jadi cerita baru dengan tema berbeda.
Lagi-lagi sayangnya, sampai saat ini, di tahun 2018, setelah lebih dari satu dekade berlalu, SMD sama sekali tidak dilirik sama si pencetusnya. Dia malah asik nerusin bikin Alegori, eh lanjut jadi Our Little Miracle. Padahal bank ide untuk SMD hampir penuh. Kalo ibarat nabung, nih orang cuma nabung, tapi enggak mikir mau diambil kapan dan buat apa. Udah nabung aja terus.
Jadi, boleh dibilang, SMD dilangkahin banyak adek-adeknya. Ditelantarin dan terlalu lama diungkep.
Oke, kita masuk ke My Instructor.
Cerita ini dibuat tidak lama setelah revisi ke II Rendezvous. Di bulan Oktober, bukan main cerita ini mengalir sampai berbuku-buku tulis. Pas ngetik, aku baru nyadar kalau alur waktunya lelet banget. Maksudnya, dalam sebulan waktu di cerita, kejadiannya banyak banget dibanding cerita-ceritaku sebelumnya. Bisa dibilang untuk satu hari di cerita, banyak banget yang diobrolin antar tokohnya. Bisa berlembar-lembar untuk satu bahasan. Sayangnya, aku berhenti menulis My Instructor karena kuliah. Bener-bener aku tinggalin cerita-cerita selama kuliah.
Enaknya untuk buku ke-5 ini, aku gak banyak cari info. Karena cerita ini dekat dengan keseharian kita, aku justru hampir tidak menyertakan info atau fakta apapun.
Selama masa hiatus, ide-ide My Inctructor datang satu per satu saat lagi nyuci, gosok baju, atau saat-lagi ngelipet cucian. Dari situ, terkumpullah bank ide yang cukup untuk mengisi cerita ini sampai tamat.
Sama seperti The Box Post, judulnya sudah pakem dari awal. Kerangka ceritanya sudah ada sejak awal. Pokoknya begini, nanti akhirnya begitu. Riri akan bertemu dengan si ini, nanti ketemu anak teman Ayahnya, nanti dia ke Jerman. Semula sih yang jadi Oli beneran ponakan jauh Ayah dan nanti bareng Riri kuliah di Jerman. Tapi pas lagi nulis di buku, aku ubah. Akan lebih menarik kalau Collier bukan orang sini. Maka Oli muncul dalam dua versi: mimpi dan dunia nyata.
Secara keseluruhan, My Instructor cuma bergantung pada si penulis yang males banget merangkai ceritanya, yang seakan waktu 24 jamnya udah abis buat kuliah dan kegiatan kampusnya, termasuk jalan-jalan gak jelas bareng temen.
Menjelang lulus, dia bukannya bikin laporan kerja praktek dan lanjut tugas akhir, eh malah ngetik 16kubik buat dicetak jadi buku di nulisbuku.com. Tapi karena dosen pembimbingnya cukup maksa dia lulus, jadilah ngetik The Box Post dan My Instructor dilakukan setelah sidang sambil nunggu wisuda.
Tapi emang dasar malesnya enggak ketulungan, dia bukan lanjut nerusin My Instructor yang ceritanya baru ada dua pertiga, baru sampe Driving, Drifting, and Drift Away (ini masih setting Riri belajar nyetir). Udah wisuda, dia malah leha-leha. Cuma dikit-dikit edit-edit The Box Post.
Sampailah akhirnya dia ditegur keras atas kelalaiannya pada waktu. Laptopnya kena virus. Hardisknya rusak (di BTW~ Rendezvous ini sering kusinggung meyangkut perjalanan Rendez yang datanya ilang berkali-kali abis diketik). Alhamdulillahnya, data ketikan apapun jenisnya udah dipindahin ke flashdisk. Dari sinilah dia kembali meneruskan My Instructor dengan cara lama: ditulis di buku. Sambil nunggu nasib laptop yang belum diservis, dia nyusun cerita ini.
Dengan penuh penyesalan dan pengen nangis kalo inget laptop, dia bikin My Instructor sampe tamat. Walau aslinya dia cuma nulis adegan per adegan, enggak disusun jadi rangkaian cerita utuh, tapi dia udah menyelesaikan satu lagi cerita yang tertunda. Baru deh pas ngetik dirangkai sesuai alur waktunya, termasuk bikin-bikin judul setelah Driving, Drifting, and Drift Away. Enaknya My Intructor, judul-judulnya udah ada dari awal ditulis. Pas ngetik, bener-bener cuma edit kata-kata biar enak, sama nambahin deskripsi yang kurang.
My Instructor kembali tertunda karena kerja. Laptop udah kembali fit, tapi si penulis belom sempet juga ngetik. Akhirnya dia usahain ngetik dikit-dikit. Prinsipnya, ketik aja dulu, baru abis itu revisi. Yang penting udah dipindahin ke laptop.
Enggak lama, di akhir tahun 2015, dia ketemu sama Storial. Lagi itu dia minta masuk pake undangan email dari seseorang. Disitu deh dia posting My Intructor semuanya. Revisi pun berakhir di Desember 2015 (tapi postingan masih berlanjut tahun berikutnya). Alhamdulillah lagi, My Instuctor menjadi pilihan editor . Bener-bener gak nyangka perjalanan cerita ini dari 2009 mendapat tanggapan positif dari Storial, juga pembacanya (masih kayak mimpi). 
Untuk beberapa hari My Instructor bertengger di “popular minggu ini”. Kepopulerannya melejit dibanding Rendezvous.
Wah, pembukaannya kepanjangannya, nih. Proses lahirnya My Insturctor padahal gak panjang, tapi paling lama untuk sampai titik tamat. Kelamaan nunda emang gitu. Jangan ditiru. Kalo udah dapet ide, langsung aja eksekusi.

Well, sampe ketemu di BTW~My Insturctor berikutnya (aku akan bahas tentang nama-nama mereka).

Senin, 12 Februari 2018

BTW: Denah Rumah Marlyn "The Box Post"

Akhirnya, selesai juga bikin denah rumah Marlyn. Khusus untuk rumahnya, aku ngikutin denah yang udah ada, cuma diubah sedikit ukuran dan satu dua fungsi ruangannya. Rumahnya sederhana, tidak banyak dekorasi dan perabot. Hanya ada dua kamar tidur, mengingat penghuninya yang cuma 'satu' orang. Yang sulit dari bikin denah ini adalah bentuk dindingnya yang trapesium. Lebih dari dua kali harus di-delete, edit, dan bikin lagi, terutama denah dinding lantai dua yang berusaha banget disesuaikan dengan luas dan posisi dinding di lantai satu. Kalian bisa membandingkan kalau lantai dua hanya memenuhi hampir sepertiga dari lantai satu. Kurangnya adalah tangga menuju loteng yang rencananya dijalur tangga malah ada dipojok ruang londry. Harusnya tangga ke atas tepat keluar di depan pintu kamar Marlyn, bukan ke kanan yang ngadep dinding noh (liat denah). Tapi, ya, sudahlah. Hanya sebatas itu kemampuan diri ini untuk membuatnya.



BTW The Box Post enggak panjang, kan, kayak si Rendezvous? Jadi, sampe sini aja behind-nya gimana cerita ini bermula dan berakhir. Terima kasih sudah mampir dan terutama karena buku BTW ini masuk pilihan minggu lalu-lalu. Bukan main senengnya, walau masih banyak banget artikel yang akan keluar. Sekali lagi makasih dan selamat menikmati coretan dari setiap behind the writing.

Senin, 08 Januari 2018

Rendezvous: Masuk Draft

Hari ini aku masukin semua bab Rendezvous ke draft blog. Buat kalian yang mau baca, silakan klik link ini: Rendezvous and other story. Kalian bisa baca cerita lain yang gak aku posting di blog. Selamat membaca dan terima kasih atas waktunya.

Selasa, 02 Januari 2018

BTW: Denah dan Desain Rumah di Rendezvous

Well, ini adalah denah-denah rumah dalam trilogi Rendezvous yang akhir tahun lalu kubuat lebih 'real'. Dengan keahlian ala biasa, jadi, deh. Cukup mewakili gambaran rumah yang selama ini hanya dalam wujud goresan pulpen atau pensil.
Oke, kita mulai dari~~
1. Flat Yui dan Rizuya


2. Rumah Ded dan Sasa
    Sayang untuk detail dekorasi kamar Yui sama sekali jauh dari tulisan di novelnya. Tapi sudah              mewakili.


3. Rumah keluarga Yui
    Sebenarnya, ide dasar rumah Yui aku ambil dari rumah Sakur (Cardcaptor Sakura). Waktu kecil          nonton ini, isi dalam rumahnya, tampak depan rumahnya, masuk dalam ingatan jangka panjangku.      Untuk rumah Yui, aku mengubah posisi kamar mandi di lantai satu. Harusnya di sebelah ruang            mini bioskop, jadi di pojok lorong. Dan seperti inilah kira-kira denahnya.


4. Kondominium Hyoga dan Mirena



5. Rumah Sofu
    Koreksi sedikit, harusnya kamar Yui balkonnya bukan menghadap ke utara, tapi selatan. Yah,              dasar pemalas, terlanjur bikin gitu, gak dibenerin atau bikin ulang. Saat membuat rumah Sofu, aku      berkali-kali rombak ukuran dan fungsi ruangannya, terutama kamar Yui agar di bawah kamar              mandi pribadi di kamarnya juga kamar mandi.



6. Rumah Asahi

Nah, itulah semua rumahnya. Nanti aku juga berencana membuat yang lain sesuai BTW setiap novel. Berhubung dulu aku cuma corat-coret di kertas dan tidak paham ilmu membuat denah, begitu aku paham sedikit, ternyata ada beberapa ruangan dan ukurannya yang tidak fit begitu dibuat denah, Seperti kasus denah rumah Sofu dan rumah Yui. tapi syukurnya yang lain langsung jadi sesuai gambar. Kalian bisa membandingkan denahnya dengan artikel di sini "BTW Rendezvous: Denah Flat Rizuya dan Yui" dan "BTW: Denah Rumah di Rendezvous".
Oke, sampai bertemu di BTW berikutnya. Sekali lagi terima kasih sudah bersama Rendezvous dan membawa proses bagaimana kisah ini akhirnya ditulis. Terima kasih banyak.

Kamis, 23 November 2017

BTW: Buku Awal The Box Post

Foto di atas adalah buku tulis yang berisi cerita The Box Post. Tipis dan hanya ada tiga buku. Aku merancangnya tidak lama setelah Rendezvous kelar. Di saat teman-temanku sibuk ngerjain soal UN yang tinggal sebulanan lagi, aku malah dapet ide bikin cerita ini.
Dari awal sampai akhir, ceritanya udah pakem dan nama tokoh-tokohnya udah pasti dan fix. Aku tidak banyak mengubahnya begitu diketik lebih dari lima tahun kemudian. Walau tidak setebal kisah yang lain, tapi The Box Post punya kesan sendiri bagiku.
Lihat buku tulis halus yang hijau di tengah? DI kelas sembilan, baru sampe situ aku tulis. Baru di awal kelas 10, aku menyelesaikannya. Sungguh tidak banyak yang harus kukuras untuk kisah yang satu ini.
Pas diketik, aku baru menambahkan info tentang Chicago lebih dalam. Selama ini aku hanya mendapat gambarannya dari film yang kutonton waktu kecil dan sedikit dari Home Alone. Ide tentang surat kudapat karena aku suka berkirim surat waktu SD. Bahkan saat mondok pun aku suka ngirim surat ke rumah (padahal rumahku masih satu kota sama tempat mondok).
Dan pas ngetik juga, mulai deh ngerasa kata-kata, alur, dan ceritanya yang buruk banget. Tapi aku sendiri gak tau ini cerita mau ditambah apa lagi. Yah, emang cuma gitu ceritanya. Orang cuma 3 buku tipis itu.
The Box Post gak pernah dibaca sama teman-temanku. Gak setenar dan seheboh Rendezvous. Judulnya udah dapet dari awal. Nama Marlyn terbersit gitu aja. Bertahun-tahun kemudian baru sadar, itu kayak nama Marylyn Monroe tea. Yoweslah.
Fokus utama novel ini ada 3: kotak pos lintas zaman, Ben, dan saudara perempuan Marlyn. Kadang aku mikir kalo cerita ini kayak nonton film yang cuma 90 menitan.
Udah itu sedikit pembuka dari The Box Post. Next, tentang apa, yah? Ada yang request?

Rabu, 22 November 2017

BTW: Rendezvous~The Last

Di antara semua proses bagaimana akhirnya Rendezvous selesai, benar-benar selesai, adalah peristiwa hilang data. Ini hal yang sangat-sangat menguras waktu dan tenaga. Aku pernah sedikit menyinggung bagaimana data ketikannya hilang di flash disk. Aku sungguh harus mengetiknya kembali dan menambah editan, harus mengingat-ingat apa saja bagian yang aku tambahkan di Rendezvous: Vacation. Sungguh aku sempat ingin berhenti. Tapi setelah melihat ke belakang bagaimana aku mengetiknya untuk pertama kali, pasti tidak akan membutuhkan waktu lama. Aku hanya harus sedikit mengatur waktu untuk mengedit novel pertamaku ini.
Setelah data hilang di flash disk, giliran laptop yang mati total dan harus ganti hardware. Oke, alhamdulillah aku sudah menyimpan cadangan di flash disk. Masalahnya, bukan hanya data Rendezvous, tapi juga data ketikan My Instructor, 16kubik, The Box Post. Aku bisa-bisa harus mengetik lagi semuanya. Apalagi saat hardware rusak, aku sedang proses mengetik dan mengedit My Instructor.
Pokoknya cuma di Rendezvous aku harus kehilangan data-data. Mulai dari bukunya yang hilang dua (lebih tepatnya kena razia kelas), lalu data-data yang kena virus dan hardware yang rusak. Selain kehilangan, aku harus lebih hati-hati dengan banyaknya info dan bahasanya. Aku cuma pusing dua hal itu, daripada alurnya (karena alur ceritanya udah pasti).
Cuma Rendezvous yang panjang proses fix-nya., proses sampai benar-benar tidak akan aku tambah-edit-revisi lagi. Karena orientasiku berubah, mungkin aku tidak berharap Rendezvous akan terbit.
Selanjutnya, aku akan memposting denah rumah di Rendezvous. Kayaknya akan banyak. Satu lagi, kalo ada pertanyaan, aku membuka "pojok bertanya sepuasnya" dari buku apa aja yang ada di akun Annion Makoto. Silakan nanya-nanya di kolom komentar di bawah.
Well, see ya ....
 
MY STORY Blogger Template by Ipietoon Blogger Template